Tubuh Butuh Banyak Vitamin, Salah Satunya Vitamin D3 Mari Kita Ulas!!

  • 2 min read
  • Aug 17, 2021
Vitamin D3

Vitamin D3 Cholecalciferol merupakan salah satu dari 5 bentuk vitamin yang dapat larut di dalam lemak, vit. D3 sangat bermanfaat untuk membantu tubuh dalam penyerapan kalsium dan fosfor yang sangat penting dalam membangun serta menjaga tulang agar tetap kuat menopang bobot tubuh. Selain itu juga dapat mengobati juga mencegah gangguan tulang seperti osteomalacia dan rachitis, sebenarnya vitamin D dibentuk sendiri oleh tubuh ketika terkan paparan sinar matahari.

Namun penggunaan tabir surya yang marak saat ini dapat mencegah masuknya sinar matahari, dan tentunya menghambat pembentukan vitamin D secara alami. Keberadaan vitamin D3 dalam tubuh dapat mengobati rendahnya tingkat kalsium/fosfat akibat gangguan tertentu, seperti hipoparatiroidisme, pseudohipoparatiroidisme, dan kelompok hypophosphatemia.

Vitamin D3 ternyatajuga bisa berguna untuk mengobati penyakit ginjal untuk menjaga kadar kalsium normal, sehingga meningkatkan kemungkinan pertumbuhan tulang secara normal. Vitamin D3 dalam bentuk tetes biasanya diteteskan kepada bayi yang masih mengkonsumsi ASI, karena ASI mengandung kadar vitamin D rendah.

Dosis Pemaiakan yang Tepat?

Untuk penentuan dosis ini hanya secara umum, namun untuk dosis yang paling tepat hanya bisa didapat dengan berkonsultasi ke dokter. Karena kebutuhan vitamin tiap tubuh berbeda-beda setiap orang, sehingga dibutuhkan penilaian lebih lanjut.

Dosis umum untuk dewasa infusiensi(tidak cukup) vitamin D yaitu 600-2000 IU secara oral 1x sehari, dan maksimal kurang dari 4000 IU per hari. Kalau untuk defisiensi(kurang0 vitamin D cukup 5000/6000 IU untuk seminggu sekali selama 8 minggu, dan maksimal kurang dari 10000 IU per hari.

Kemudian dosis biasa untuk anak-anak insufisiensi(tidak cukup) atau defisiensi(kurang) vitamin D yaitu 400 IU sekali sehari(usia 0-12 bulan), dan 600 IU sekali sehari(usia 1-18 tahun). Semua dosis ini dengan catatan target kadar 25(OH)D dalam darah di atas 30mg/ml.

Cara Pemakaian yang Benar?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengkonsumsi vitamin D sebagai berikut:

  • Minum sesuai arahan dokter.
  • Sebaiknya gunakan setelah makan tetapi bisa juga tanpa makanan.
  • Dosis disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing
  • Gunakan pipet/sendok/alat penakar lain agar sesuai dosisnya jika bentuk cair
  • Kunyahlah obat tablet/wafer secara menyeluruh sebelum menelannya.
  • Ada obat-obat tertentu seperti: sequestrants asam empedu seperti cholestyramine / colestipol, minyak mineral, orlistat yang mampu menurunkan penyerapan vitamin D. Jadi usahakan untuk meminum secara terpisah dengan vitaminĀ  minimal 2 jam/lebih lama.
  • Jangan meminum suplemen/vitamin lainnya kecuali memang diperintahkan oleh dokter.

Cara Menyimpan yang Baik?

Simpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya secara langsung juga tempat yang lembab. Jauhkan dari kamar mandi, jangan dibekukan. Perhatikan petunjuk penyimpanan yang disarankan pada label vitaminnya, jangan lupa jauhkan dari anak-anak.

Efek Samping Pemakaian?

Umumnya vitamin D aman-aman saja jika dikonsumsi secara oral atau suntik sesuai dosis dari dokter, kalau dosisnya berlebihan akan muncul beberapa efek samping sebagai berikut:

  • Lelah, lemah, letih, lesu
  • Mengantuk
  • Sakit kepala, nafsu makan berkurang
  • Mulut kering atau terasa layaknya logam
  • Mual dan muntah

Warning Pemakaian?!

Berikut beberapa hal yang wajib diketahui sebelum mengkonsumsi vitamin D3:

  1. Jangan minum vitamin jika memiliki tingkat kalsium tinggi (hypercalcemia)
  2. Jangan minum vitamin jika memiliki tingkat vitamin D tinggi (hypervitaminosis D)
  3. Jangan minum vitamin jika tubuh sulit menyerap nutrisi dari makanan (malabsropsi)